Dzikir Pagi dan Petang Tulisan Arab dan Latin Sesuai Sunnah

8 April 2020

Dzikir Pagi dan Petang Islam

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah Segala Puji dan Syukur mari kita panjatkan kepada Allah SWT. Dan tak henti hentinya kita mengucapkan kalimat syahadat dalam setiap sholat 5 waktu kita, itu artinya begitu pentingnya kita selalu terus mengEsakan Nya.

Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah limpah kepada Rasulullah SAW, manusia terbaik sepanjang zaman dan beliau pula yang akan menyambut kita di akhirat kelak, semoga kita mendapat syafaat dari Beliau, Aamiin.

Dalam kesempatan kali ini kenapa saya mengawali pembukaan seperti diatas, karena pada kesempatan ini kita akan mencoba berbagi tentang suatu kalimat yang sangat penting , sangat utama, kalimat tersebut merupakan doa dan dzikir, yang memiliki banyak keutamaan. Kita akan mencob menulis ulang do’a dzikir pagi dan petang yang di ambil dari sumber / keterangan Hadist-hadist Rasulullah SAW, dengan sanad shalih, hasan shahih dan hasan.

Dzikir Pagi Petang itu lah tema yang akan saya susun kembali. Saya mengambil dari salah satu buku saku kecil yang di tulis oleh salah satu ustadz, sumber referensi dicantumkan di akhir tulisan ya…

Sedikit saya ingin membagikan dalil-dalil seputar tentang anjuran kita untuk berdzikir.

Hadist dengan sanad shahih dari At-Tirmidzi No. Hadist  3377, ” Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan orang yang tidak berdzikir kepada Rabbnya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati “

Dalam Al-Quran surat Al-Baqarah surat ke-2, ayat ke 152. Allah SWT berfirman : “Maka ingatkah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu, Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”

Dalam Ayat yang lain Allah SWT berfirman : “Dan ingatlah Rabbmu dalam hatimu dengan rendah hari dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.” ( QS. Al-A’raf [7]: 205)

[1] Dibaca Pada Waktu Dzikir Pagi dan Petang
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Audzubillah Himinas Syaiton Nirojim
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
[2] Dibaca Pada Waktu Dzikir Pagi dan Petang, ( dibaca 1 x )
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255)
[3] Dibaca Pada Waktu Dzikir Pagi dan Petang, ( dibaca 3x )
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4)
[4] Dibaca Pada Waktu Dzikir Pagi dan Petang, ( dibaca 3x )
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5)
[5] Dibaca Pada Waktu Dzikir Pagi dan Petang, ( dibaca 3x )
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6)

…. akan kami lanjutkan nanti

Rate this post

Silahkan tulis komentar anda !

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *